Teknologi Transfer Uang Untuk Negara Miskin & Berkembang [mudah2an di adops Adsense]
Operator telekomunikasi, Vodafone, meluncurkan layanan transfer uang lewat ponsel. Hal ini terutama dilakukan di Afghanistan setelah sebelumnya sukses diperkenalkan di Kenya. Teknologi ini ditawarkan karena keterbatasan infrastruktur perbankan di negara-negara berkembang dan miskin. Penggunaan ponsel melahirkan peluang bisnis bagi operator.
Diperkirakan 1,6 juta orang menggunakan jaringan Vodafone di Kenya sejak dirilis Maret tahun lalu. Di negara Afrika itu tercatat 10 juta pengguna ponsel. Tetapi, hingga kini hanya terdapat 400 kantor bank dan 600 ATM.
“Saat penetrasi perbankan di negara berkembang lebih rendah ketimbang penetrasi ponsel, potensi pasar menjadi sangat besar,” kata James Moberly, senior manager for payment solutions Vodafone di sela Mobile World Congress. Vodafone berencana meluncurkan pula layanan transfer uang di India dan negara-negara Afrika lain dalam waktu dekat.
Asosiasi GSM, yang menaungi industri ponsel GSM (Global System for Mobile Communication) di dunia, memprediksi 200 juta orang yang bekerja di luar negara mereka mengirim rata-rata USD 2 ribu-USD 3 ribu per tahun ke tanah air (keluarga) mereka.
Jumlah transfer uang secara internasional ditaksir senilai USD 250 miliar (sekitar Rp 2.300 triliun atau Rp 2,3 kuadriliun). India, Tiongkok, dan Meksiko menjadi tujuan pengiriman uang yang terbesar.
Sejumlah perusahaan juga menawarkan layanan akses internet lebih cepat dari ponsel. Bekerja sama dengan perusahaan jaringan, Ericsson, Huawei, dan Qualcomm mengujicobakan teknologi HSPA (high-speed packet access). Teknologi ini bisa mengirim data lebih cepat dan efisien.
Semoga Saja Google Adsense memakai cara ini untuk mentransfer Earning Adsense kita. Amiiin Ya Robbal Alamin(Source JP)



